KESIMPULAN SENDIRI
Bismillah,,, by: hana khoerunnisa created
Al quran di turun kan pada bulan
Ramadhan, di antara fungsi Al-Quran adalah sebagai petunjuk, bagai mana Al-Quran
mampu menjadi petunjuk kita apa bila kita tidak mempelajari Al-Quran itu
tersebut, oleh sebab itu di surat: An-Nisa;82 ada perintah dari Allah SWT yang
bentuk nya pertanyaan, afalaayatadabbarunalqur’an?? Mengapa kalian semua tidak
mempelajari Al-Quran??. Ketika kita mempelajari Al-Quran maka kita akan
mendapat petunjuk dalam hidup kita, salah satu nya adalah siapa yang wajib kita
sembah?, siapa yang wajib kita ibadahi?, sebab pada dasarnya setiap manusia
memiliki keyakinan bahwa di luar dirinya ada yang maha kuasa, paling tidak ada
yang lebih kuasa dari dirinya. Ini di sebabkan banyak kejadian yang terjadi di
luar rencana, kehendak,dan kemampuan manusia. Karna tidak ada seorang pun yang
ingin sakit, yang ingin sedih, yang ingin susah, tapi ternyata dalam kehidupan
kita kadang merasakan semua itu susah, sedih, kesakitan, dan bahkan kita juga
akan mengalami kematian. Berarti ada yang lebih kuasa dari kita sendiri, hanya
sebagian manusia tidak mengetahuinya siapa yang maha kuasa itu, kemudian
sebagian manusia itu menebak- nebak yang maha kuasa itu adalah dewa, sebagian
lagi menebak yang maha kuasa itu niat dan seterusnya. kita juga kalau tidak
mendapat petunjuk dari alquran entah akan menyembah apa? Jangan jangan kita
juga sama seperti orang majusi, menjadi penyembah api, karna ketidak tahuan.
Sekarang
mengapa kita beribadah kepada Allah SWT, menyembah pada Allah, mengapa?karna kita mendapat petunjuk
dari al quran. Oleh sebab itu salah satu tujuan mengapa Al- Qur’an di turunkan
oleh allah nampak nya Allah SWT sengaja ingin menggunakan Al Quarn tersebut
sebagai media untuk memperkenalkan dzat nyah kepada manusia supaya manusia
tidak salah menyembah, kita ambil contoh dari surat An-Naml ayat ayat 60, di sana
ada tiga pertanyaan di ajukan oleh allah,, “man kholaqosamawati wal ard??”, “Siapa
yang menciptakan bumi dan langit(bintang, matahati, planet,satelit,dsb)”??.
Sebuah pertanyaan di ajukan oleh Allah SWT, padahal tampa di tanyapun,
pertanyaan seperti itu sering muncul di benak kita. Bakan sejak kecil kita
sering bertanya tanya siapa yang menciptakan jagad raya ini, di dunia ilmu
pengetahuan yang kita ketemukan bukan membahas siapa yang menciptakan siapa
yang menciptakan jagad raya ini, tapi malah membahas teori bagai mana proses
alam semesta ini terjadi. Dan teori yang termashur dan samapi saat ini masih
jadi bahan penelitian adalah teori ledakan
bigbang (ledakan dahsyat), yang di kemukakan oleh sarjana Prancis Imanuel Kant,
pada awal abad ke 19.kata imanuel Kant, alam ini berasal dari kabut panas,
pijar yang berputar-putar lalu meledak, pecahannya itu sebagian membentuk
menjadi bintang-bintang, menjadi planet, sebagian lagi menjadi matahari
dan seterusnya. Di dunia ilmu Pengetahuan sampai saat ini teori ini msih di
teliti, masih di pelajari sampai mana kebenarannya, padahal kalau kita merujuk pada
Al-Qur’an surat Al-Fusilat:11 dan Al- anbiya:30. Di Fusilat Allah SWT berfirman
: “kemudian Allah menciptakan alam semesta ini bahan asalnya adalah kabut”,
persis seperti apa yang di kemukakan oleh imanuel kant, kemudian di surat
Al-Anbiya ayat 30 Allah SWT berfirman:” apakah orang kafir tidak tahu bahwa bumi dan apa apa yang ada di luar
bumi,keduanya asalnya bersatu, kemudian aku ledakan.”.Sama kedua ayat tersebut
dengan teori bigbang tersebut. Yang jadi masalah nya, pertama, Imanuel kant
baru berbicara pada awal abad ke -19, sedangkan Al Qur’an sudah mengemukakan
pada abad ke -7. Jangan-jangan Imanuel kant berbicara seperti itu ia mencontek
dari Al-Quran, karena pada sebelum abad ke-19 itu ilmu pengetahuan islam sudah
berkembang di bumi Eropa.
Kalau pun
teori itu pure(murni) teori yang di mukakan Imanuel kant ada satu hal yang
tidak pernah terjawab, tentang siapa yang memproses semuanya itu. katakan lah,
kata Imanuel kant alam semesta ini terbuat dari kabut, lalu pertanyaannya
siapakah yang meciptakan kabut itu. Kemudian kabut itu berputar-putar dan
meledak, lalu siapa yang memutar-mutar dan meledakannya? Itu tidak pernah
terjawab, Padahal itu lah yang menjadi permasalahannyah.lalu pertanyaan allah
yang kedua dalam surat An-Naml: 60, adalah “siapakah yang menciptakan hujan? “.